Konteks
Indonesia mendorong pemanfaatan mata uang lokal dalam kerja sama ekonomi di lingkup BRICS sebagai respons terhadap ketidakpastian global. Langkah ini bertujuan memperkuat kerja sama perdagangan dan keuangan antaranggota tanpa ketergantungan pada mata uang dominan seperti dolar AS.
Kronologi
Bank Indonesia dan Bank Sentral India telah menjajaki transaksi menggunakan rupiah dan rupee. Upaya ini sejalan dengan inisiatif BRICS untuk memperkuat sistem keuangan regional, termasuk eksplorasi penggunaan QRIS dalam transaksi lintas negara.
Analisis
Penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama BRICS dapat mengurangi risiko volatilitas akibat fluktuasi nilai dolar AS. Pemimpin lembaga perlu mempertimbangkan kesiapan infrastruktur keuangan dan regulasi lintas negara untuk mendukung integrasi sistem pembayaran. Kolaborasi dengan negara anggota BRICS lainnya, termasuk Iran yang berupaya masuk ke NDB, perlu dipantau untuk memastikan stabilitas dan konsistensi kebijakan.
