Kanal
Ekonomi & Bisnis
5 artikelOutlook Ekonomi Minggu Ke-28: Devisa Naik ke US$145,6 Miliar, Rupiah Tertekan, Hitung Mundur Peresmian CATL
Pekan 5-11 Juli 2026: cadangan devisa Juni naik ke US$145,6 miliar, namun rupiah menjadi mata uang terlemah Asia. Deadline tarif AS mundur ke 1 Agustus dengan posisi Indonesia sudah terkunci 19 persen, dan pabrik baterai CATL Karawang bersiap diresmikan akhir Juli.
Cadangan Devisa Juni Naik ke US$145,6 Miliar, tetapi Rupiah Jadi Mata Uang Terlemah Asia
BI melaporkan cadangan devisa akhir Juni 2026 sebesar US$145,6 miliar, naik dari US$144,9 miliar. Di sisi lain rupiah mencatat koreksi tiga minggu berturut-turut dan sempat menyentuh level terendah sebulan.
Deadline Tarif AS Mundur ke 1 Agustus: Posisi 19 Persen Indonesia Terkunci, Keunggulan yang Harus Dikawal
Penundaan tarif resiprokal AS ke 1 Agustus menempatkan Indonesia di posisi unik: tarif 19 persen dan pembebasan 1.819 produk sudah terkunci lewat perjanjian ART, sementara pesaing regional baru menerima surat tarif unilateral.
Hitung Mundur CATL Karawang: Peresmian Akhir Juli, Tax Holiday Proyek Dragon Masih Difinalisasi
Pabrik baterai EV CATL-IBC di Karawang bersiap diresmikan akhir Juli 2026 dengan kapasitas tahap pertama 6,9 GWh per tahun dari investasi sekitar Rp100 triliun. Pemerintah memfinalisasi skema tax holiday proyek Dragon.
IHSG Bertahan di Kisaran 5.900: Konsolidasi Bias Positif di Tengah Tekanan Rupiah
IHSG menutup pekan 5-11 Juli dengan berupaya mempertahankan level 5.900. Divergensi terjadi: saham bertahan sementara rupiah melemah, menandakan tekanan lebih bersumber dari pasar valas ketimbang persepsi risiko ekuitas.